Location,@-6.3330713,106.7957638,17z
+62 21 75300001
info@poltekim.ac.id

Profil Manajemen Teknologi Keimigrasian

Manajemen Teknologi Keimigrasian

Sejak Negara Republik Indonesia mengambil alih tugas keimigrasian dari bangsa Belanda pada tahun 1950, diperlukan Pejabat Teknis Imigrasi handal dan profesional untuk seluruh wilayah Negara Indonesia dan perwakilan RI di luar negeri. Diawali dengan dibentuknya Pendidikan Kursus Keimigrasian yang diselenggarakan oleh Djawatan Imigrasi. Kategori penyelenggara pendidikan Pejabat Imigrasi berikutnya adalah Akademi Imigrasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis keimigrasian yang lebih profesional. Pendirian lembaga pendidikan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor J.P.17/59/11 tanggal 21 Desember 1959 tentang Pembentukan Akademi Imigrasi (AIM) dimana pembentukannya merupakan konsekuensi logis akan kebutuhan Aparatur keimigrasian yang terampil dan profesional yang bertugas sebagai penegak hukum yang kemudian dikembangkan dalam trifungsi Imigrasi (Public service, Security & Law enforcement, National Economic fasilitator).

Dalam kurun waktu 1962-1976 Akademi Imigrasi menghasilkan 3 Angkatan, yaitu AIM I, II, III. Tahun 1976, dibutuhan Pejabat Teknis dalam kurun waktu yang singkat, maka Program pendidikan Akademi Imigrasi dihentikan dan Pendidikan Teknis Keimigrasian dilakukan melalui Crash Program yaitu PTK (Pendidikan Teknis Keimigrasian) dan PDK (Pendidikan Dasar Keimigrasian). Setelah 23 tahun berhenti, Pada tahun 1999, berdasarkan Keputusan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan RI Nomor M.07.PR.07.04 Tahun 1999 tantang Organisasi dan Tata Kerja Akademi Imigrasi, program pendidikan Akademi Imigrasi kembali diaktifkan, dengan diselenggarakannya pendidikan Akademi Imigrasi Angkatan IV (AIM IV). Di waktu yang bersamaan, Akademi Imigrasi juga terus menyelenggarakan Pendidikan Teknis Keimigrasian yang masih berlangsung hingga saat ini. Pendidikan Teknis Keimigrasian dimaksud di antaranya Pendidikan Teknis Keimigrasian (PTK), Pendidikan Dasar Keimigrasian (PDK), Pendidikan Khusus Keimigrasian (Diksuskim), Pendidikan Pejabat Imigrasi (Dikpim), Pendidikan Dasar Keimigrasian Lanjutan (PDKL), dan Pendidikan Teknis Keimigrasian lainnya.

Seiring dengan perkembangan dunia Pendidikan Kedinasan yang secara substantif akademik berada di bawah pembinaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemRistekdikti), maka terjadilah perubahan struktur di Akademi Imigrasi. Dalam hal ini setiap Perguruan Tinggi di Indonesia harus mengacu kepada beberapa ketentuan perundang-undangan yang terkait dengan Pendidikan Tinggi, antara lain adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Menteri Riset dan Dikti (Permenristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi sebagaimana diubah dengan Permenristekdikti Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.

Dengan memperhatikan beberapa ketentuan tersebut, melalui Surat Keputusan Menteri Ristekdikti Nomor 227/KPT/I/2016 tanggal 28 Juli 2016, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 59 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Imigrasi dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Imigrasi, telah mentransformasi Akademi Imigrasi menjadi lembaga Perguruan Tinggi Politeknik Imigrasi (Poltekim) dengan jenjang pendidikan terapan (vokasi) Diploma IV. Saat ini, Politeknik Imigrasi memiliki 4 (empat) Program Studi yang terdiri dari 3 (tiga) Program Studi Diploma IV, yaitu Program Studi Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, Manajemen Teknologi Keimigrasian, dan 1 (satu) Program Studi Diploma III Keimigrasian.

Dengan adanya transformasi tersebut yang didasarkan kepada urutan historis, maka lulusan dari ketiga kategori di atas merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari institusi Politeknik Imigrasi. Hal ini dikarenakan kedudukan Politeknik Imigrasi sebagai institusi Pendidikan Tinggi Kedinasan yang merupakan hasil transformasi dari beberapa jenis Pendidikan Teknis Keimigrasian sebelumnya.